E'XTREEM street

Jumat, 06 Maret 2009

Status Semeru Naik Menjadi Siaga

Status Semeru Naik Menjadi Siaga
Sabtu, 7 Maret 2009 | 09:34 WIB

PROBOLINGGO, SABTU — Status Gunung Semeru di Jawa Timur naik dari waspada menjadi siaga. Hal ini berlaku mulai Jumat (6/3) pukul 14.00.

Dihubungi di Pos Pantau Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Pengamat Gunung Semeru Heri Kuswandarto, Sabtu (7/3), menyatakan, masyarakat diminta tetap tenang karena hal itu tidak membahayakan.

Meski demikian, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah Gunung Semeru. Kegiatan pendakian pun tetap ditutup total. Terkait peningkatan status, hal itu disebabkan peningkatan aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Gempa vulkanik dalam yang pada saat status siaga rata-rata satu sampai dua kali sehari, kini rata-rata lima kali per hari. Letusan yang biasanya 100 kali per hari, pada Jumat kemarin tercatat 52 kali.

Namun, kualitas letusannya lebih besar, bahkan beberapa kali terdengar sampai pos pantau. Dalam status siaga, menurut Heri, potensi yang bisa muncul antara lain luncuran awan panas dan guguran lava pijar. Namun, sejauh ini hal itu belum terjadi.

posted by Zan's at 19.26 0 comments

Harga BBM Kemungkinan Tak Akan Turun Lagi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (15/1), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Kereta Api Jakarta Kota, stasiun pengisian bahan bakar untuk umum di Jalan Pemuda, Jakarta, dan Terminal Bus Pulo Gadung, Jakarta Timur. Sidak yang dilakukan Presiden untuk mengecek realisasi penurunan harga BBM serta tarif angkutan umum.
Jumat, 6 Maret 2009 | 20:01 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Regina Rukmorini

TEMANGGUNG, JUMAT - Pemerintah dalam bulan ini, diperkirakan tidak akan menurunkan harga BBM lagi. Hal ini dipicu oleh kecenderungan harga minyak dunia yang mulai naik, sikap OPEC yang mulai menaikkan harga minyak dengan memotong produksi, harga produk BBM yang mulai meningkat, serta kenaikan kurs dollar terhadap rupiah.

"Namun, kebijakan menyangkut harga BBM ini baru akan bisa kami putuskan dalam siding kabinet pada 15 Maret mendatang," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, saat berkunjung ke Kabupaten Temanggung, Jumat (6/3) malam.

Purnomo mengatakan, ketika harga minyak dunia naik pada bulan Januari, harga BBM semestinya juga dinaikkan. Namun, kenaikan harga waktu itu dapat ditekan karena pemerintah masih memiliki surplus.

Selain itu, kita juga masih memiliki bantalan subsidi BBM sebesar Rp 40 triliun, terangnya, kemarin. Dana sebesar Rp 40 triliun ini adalah bantalan subsidi untuk premium, kerosin, dan solar.

Kenaikan dan penurunan harga BBM tergantung pada empat komponen, yaitu harga minyak dunia, harga produk BBM, kurs, daya beli dan inflasi, dan kondisi sektor riil.

posted by Zan's at 05.24 0 comments

Senin, 02 Maret 2009

Berita Utama

Selasa, 03 Maret 2009
Berita Utama
[ Selasa, 03 Maret 2009 ]
Banjir Luberan Bengawan Solo Makin Parah, Baru Berpikir Bangun Tanggul
LAMONGAN - Jebolnya tanggul di Widang Minggu (1/3) lalu terus membawa dampak serius bagi warga dua kecamatan di dua kabupaten. Yakni, Kecamatan Laren di Lamongan dan Kecamatan Widang di Tuban.

Di Laren, banjir semakin meluas. Hingga kemarin tercatat 9.469 rumah yang didiami sekitar 33.500 jiwa terendam air. Jumlah tersebut naik hampir dua kali lipat dibanding sehari sebelumnya, yakni 5.033 rumah.

Jumlah pengungsi pun ikut bertambah. Jika sehari sebelumnya hanya 2.588 jiwa yang mengungsi, kemarin jumlahnya mencapai 10.299 jiwa. ''Jumlah (pengungsi) tersebut masih terus meningkat,'' kata Sekretaris Satlak Penanggulangan Bencana Pemkab Lamongan Imam Trisno Edy kepada Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group).

Camat Laren Rusgianto mengatakan, dari 13 desa yang ada di wilayahnya, kini tak satu pun yang bebas dari genangan air luberan Bengawan Solo. ''Hari ini (kemarin, Red) semua desa sudah kemasukan banjir. Sampai sore ini (sore kemarin, Red) air masih terus naik dan saya perkirakan rumah yang terendam masih bertambah,'' ujarnya.

Kabag Humas dan Infokom Pemkab Lamongan Aris Wibawa mengatakan, bantuan untuk korban banjir terus disalurkan. Selain sembako yang mencapai 5.000 paket, telah disalurkan 50 ton beras, 317 dus mi instan, dan bahan makanan lain. ''Juga telah dikirim genset dan tenda untuk kawasan pengungsian di tangkis Bengawan Solo maupun lokasi pengungsian lain," katanya.

Sama halnya dengan Laren, wilayah Kecamatan Widang, Tuban, juga kian terkurung banjir. Hingga kemarin sore (2/3), sebelas desa dari 16 desa di kecamatan tersebut telah terendam.

Camat Widang Bambang Dwiyono mengatakan, akibat jebolnya tanggul, banyak padi yang terendam. ''Ada 1.007 hektare areal padi yang tidak bisa dipanen di 11 desa,'' jelasnya.

Menurut Bambang, rata-rata padi yang terendam itu berumur 30 hingga 90 hari. Selain itu, banjir tersebut menyebabkan rumah milik 2.496 kepala keluarga terendam.

Bambang menambahkan, air luapan Bengawan Solo kemarin mulai meluber ke wilayah utara Kecamatan Widang. ''Kalau wilayah selatan Widang mulai menurun,'' ujarnya.

Warga bersama anggota TNI kemarin memperbaiki tanggul di Dusun Pencol, Desa Widang. ''Sementara belum ada yang mengungsi,'' kata Bambang.

Sementara itu, sebagian petambak di wilayah Kecamatan Widang terpaksa melakukan panen dini. ''Jadinya panen paksa,'' kata Khoirul, salah satu petambak. Mestinya, lanjut dia, ikan yang ada di tambak itu baru bisa dipanen sebulan mendatang. "Ya, rugi jutaan rupiah, Mas,'' akunya.

Di Bojonegoro, meski banjir mulai surut, hingga kemarin ratusan rumah di Kecamatan Kanor masih tergenang air. Ketinggian air di permukiman warga mencapai sekitar 50 sentimeter.

Kades Semambung, Kecamatan Kanor, M. Adnan menuturkan, saat ini baru rumah warga di dataran tinggi yang bisa ditempati. ''Sabtu lalu ada 520 rumah warga kami yang terendam (karena tanggul di desa setempat jebol). Sekarang (kemarin) tinggal 150 rumah,'' ujarnya.

Menurut Adnan, 150 kepala keluarga (KK) yang rumahnya masih terendam itu sebagian mengungsi di tanggul dan menumpang di rumah kerabat yang terhindar dari banjir.

Di Kota Bojonegoro banjir benar-benar sudah berlalu. Pemkab tak perlu lagi mengusir air dengan pompa. ''Sejak tadi pagi pemompaan kami hentikan,'' kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro Andi Tjandra.

Menurut Tjandra, saat ini permukaan Bengawan Solo surut drastis. Karena itu, air dari dalam kota bisa mengalir secara otomatis ke Bengawan Solo. ''Kalau hari ini (kemarin, Red) tak hujan, genangan akan bersih,'' imbuh Tjandra.

Secara terpisah, Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Moelyono menjelaskan, papan duga di Bojonegoro dan Karangnongko, Kecamatan Ngraho, menunjukkan angka normal. ''Semuanya di bawah siaga,'' tuturnya.

Dia memperkirakan Bengawan Solo masih akan normal meski tadi malam turun hujan di wilayah hulu maupun Bojonegoro. ''Kalau ada air dari Solo, baru tiba 48 jam kemudian,'' imbuhnya.

Bangunan Tanggul di Widang

Bengawan Solo telah puluhan tahun menjadi penyebab banjir bagi wilayah yang dilalui. Namun, upaya antisipasi secara tuntas tak pernah dilakukan. Penanggulan seakan dilakukan secara tambal sulam. Akibatnya, banjir tiap tahun tetap datang tanpa bisa dihindari.

Kini, ketika Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik kembali terendam, entah untuk yang keberapa puluh kali pemerintah kembali berupaya membangun tanggul. Direncanakan, tanggul dibangun sepanjang 50 kilometer, mulai Kecamatan Rengel, Tuban hingga Desa Centini, Kecamatan Laren, Lamongan.

Pembangunan baru dilaksanakan mulai April atau Mei mendatang. Target awal, pembangunan tanggul selesai pada 2013.

''April atau Mei sudah mulai,'' kata Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air dan Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Pudjo Buntoro.

Dia menjelaskan, desain pembangunan tanggul itu sudah ada. ''Pembangunannya sesuai LSRIP (lower solo river improvement project),'' ujarnya.

Terkait desain tanggul tersebut, Pudjo menyatakan sama dengan tanggul permanen yang bakal dibangun di Kecamatan Kanor. Tinggi total tanggul 4 meter. ''Lebar kaki tanggul 27 meter,'' ujarnya.

Menurut dia, konstruksi pembangunan tanggul di Kanor menghabiskan biaya sekitar Rp 17,26 miliar. Sementara untuk pembangunan tanggul Widang, Pudjo mengaku belum mengetahui jumlah pasti dananya. ''Yang jelas, semua dari APBN,'' imbuhnya.

Bayi Jadi Korban

Banjir yang merendam tiga kecamatan di Gresik kembali memakan korban jiwa. Minggu (1/3) bayi berusia 1,5 tahun tewas setelah jatuh dari tempat ridur ke lantai yang tergenang.

Bayi nahas itu adalah Saichunah Hasyim, anak pasangan Khoirul Anas dan Ismianah, warga Dusun Ngaren RT 2 RW 6, Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah. Dia tewas sekitar pukul 23.00.

Peristiwa tersebut berawal pada Minggu sekitar pukul 09.00. Saat itu Saichunah tidur sendiri di kamar, sedangkan Ismianah memasak di dapur darurat -menggunakan andang- dalam rumahnya. Pukul 09.50, Ismianah melihat anaknya tertidur pulas. Tapi, sekitar pukul 10.00, anak semata wayangnya itu sudah tidak terlihat di kasur.

Panik, Ismianah berteriak. Sejumlah warga berdatangan. Beberapa menit kemudian sosok bayi 18 bulan tersebut terlihat timbul tenggelam di dekat pintu depan rumahnya. Ismi dan sejumlah warga mengambil tubuh mungil tersebut dari air. Lalu, membawanya ke Puskesmas Bungah. Karena kondisinya parah, dia dirujuk ke RSUD Ibnu Sina, Gresik. Di rumah sakit milik Gresik tersebut, Saichunah dimasukkan ruang ICU (intensive care unit). Sekitar pukul 23.00, dia meninggal.

Saichunah merupakan korban kedua banjir di Gresik. Sebelumnya, yang juga tewas terseret air adalah Hamdan Zidan, 8. Saat itu dia mandi bersama sang ayah, Abdul Manaf, warga Desa Bangeran, Kecamatan Dukun.

Sementara itu, genangan air akibat luapan Bengawan Solo di Gresik mulai surut. Namun, sejumlah sekolah tetap meliburkan siswanya karena kompleks sekolah masih tergenang.

Di antara sekolah yang libur adalah SDN 1 Baron dan Madrasah Ibtidaiyah Misbachul Ulum Baron, Kecamatan Dukun. Kemudian MI As'sadah Bungah, Kecamatan Bungah. Di ketiga sekolah tersebut, genangan air masih setinggi satu meter.

"Keputusan itu diambil untuk menyelamatkan anak didik. Entah sampai kapan," kata Kepala Desa Baron Nurul Yatim. Hal sama diungkapkan Kades Bungah, Kecamatan Bungah, Sulaiman. "Tidak semua sekolah meliburkan siswanya. Tapi, khusus MI As'sadah diliburkan karena sekolah tergenang air.
posted by Zan's at 20.59 0 comments

Minggu, 01 Maret 2009


posted by Zan's at 23.53 3 comments

Tuna Netra Bisa Mencontreng
Sebanyak seratus peserta tunanetra dari berbagai daerah mengikuti kompetisi komputer bagi tunanetra di Auditorium BPPT, Jakarta, Kamis (23/11). Keterampilan dan kemampuan menggunakan komputer yang dimiliki para tunanetra ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi mereka untuk memperoleh kesempatan kerja.

Kamis, 12 Februari 2009 | 21:21 WIB

JAKARTA, KAMIS — Bagi para penyandang cacat tuna netra atau buta tidak perlu cemas. Masih bisa untuk menggunakan hak pilih. Pasalnya, komisi pemilihan umum (KPU) bakal menyediakan peralatan khusus bagi para penyandang tuna netra yang disebut template.

Hal itu dikatakan anggota KPU Abdul Aziz kepada sejumlah wartawan di kantor KPU Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (12/2). Menurutnya, penyediaan peralatan tersebut sesuai dengan amanat UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu, yang mengharuskan di setiap TPS ada peralatan bagi penyandang cacat. "Undang-undang memang mengamanatkan seperti itu. Makanya setiap TPS akan disediakan," katanya.

Ditanya apakah tidak boros anggaran, Abdul Aziz mengatakan apa yang diputuskan KPU tersebut sesuai dengan amanat undang-undang pemilu sehingga pihak KPU tidak berani membuat kebijakan lain yang tidak diatur.

Apalagi, setelah disampaikan ke DPR juga disetujui. Menurutnya, kesulitan pihak KPU juga dalam melakukan pendataan terhadap penyandang tuna netra. Dengan demikian, tidak bisa melakukan pemetaan TPS mana saja yang ada penyandang tuna netra.

"Kalau dilihat efisiensinya memang boros. Tapi amanat undang-undang seperti itu. Lagi pula, juga tidak ada data berapa banyak penyandang tuna netra dan di daerah mana saja," cetusnya.

Masih menurut Aziz, peralatan yang disediakan khusus penyandang tuna netra tersebut menggunakan huruf braile. Mereka juga akan melakukan pemilihan, tetapi khusus Dewan Perwakilan daerah (DPD) saja.

Sebab, kalau untuk partai formatnya sangat susah sehingga juga akan menyulitkan yang bersangkutan untuk mengenali partai yang diinginkan kemudian memilihnya. Akhirnya, penyandang tuna netra hanya bisa memilih calon DPD.

"Ada alat khususnya, yang terbuat dari kertas mirip plastik. Dan disitu ada huruf braille, yang diraba kalau sesuai dengan pilihannya langsung dicontreng," urainya.

Selain menyediakan alat, penyandang tuna netra tersebut juga akan didampingi seseorang yang dipercaya oleh yang bersangkutan. Petugas KPPS tidak bisa mendampingi," katanya.

Template yang akan disediakan KPU tersebut sebanyak 528.217. Dan pengadaan peralatan tersebut, bakal dilaksanakan Jumat (13/2). Dengan harapan, cepat ada perusahaan yang menawar dan segera.
posted by Zan's at 23.31 0 comments

waspada banjir

Tahan Luapan Bengawan Solo, Tanggul 10 Km Akan Dibangun
Warga mengungsikan ternak karena banjir masih menggenangi Desa Sumbang Timun, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (27/2). Banjir akibat luapan Bengawan Solo dan anak sungai di sekitarnya di Bojonegoro belum juga surut meski telah menggenangi sejumlah daerah dalam lima hari.
Minggu, 1 Maret 2009 | 14:10 WIB

BOJONEGORO, MINGGU — Di wilayah Kanor, Bojonegoro, akan dibuat tanggul permanen sepanjang 10 kilometer untuk menahan luapan Sungai Bengawan Solo. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bojonegoro Andi Tjandra, Minggu (1/3).

Ia mengatakan, Departemen Pekerjaan Umum, Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah meninjau kerusakan tanggul serta upaya warga dan pemerintah setempat menahan luberan air luapan Bengawan Solo. Dari hasil peninjauan dan identifikasi lapangan diperkirakan pembangunan tanggul di Kanor menelan biaya miliaran rupiah. Rencananya dari APBN akan dikucurkan dana stimulus Rp 17,2 miliar dan APBD Bojonegoro Rp 2 miliar.

Tanggul tersebut akan dibuat dari tanah dengan lebar 27 meter dan tinggi 4 meter. Pembebasan lahan dibebankan pada Pemkab Bojonegoro. Tanggul itu dibuat mulai dari Pilang, Semambung, Simbatan, Kanor, Tambahrejo, Piyak, Kabalan, Cangaan, hingga Sarangan.

Sementara itu, upaya warga meninggikan tanggul dengan memasang karung plastik berisi tanah liat, bongkot bambu, batu kumbung, hingga terpal dan ranting pohon sia-sia. Air tetap meluber menggenangi areal persawahan sementara di Semambung tanggul malah jebol sepanjang 200 meter.

Camat Kanor Joko Purnomo menyebutkan, hingga Minggu (1/3) tercatat 2.038 keluarga atau 6.219 jiwa mengungsi. Banjir menggenangi 16 desa, 720 hektar padi, 24 masjid, 77 mushala, 30 SD/MI, 12 MTs/SMP. Banjir merendam 16 dari 19 desa kecuali Desa Tambahrejo, Palembon, dan Pesen. Kerugian sementara Rp 3,407 miliar.

Pada Sabtu lalu tiga rumah hanyut, yakni rumah Muzadi warga Gedongarum, Wahid Muksin warga Pilang dan satu rumah di Semambung. Sementara ada sembilan rumah rusak. Kepala Bagian Pembangunan Maftuhin mengatakan warga yang rumahnya rusak dapat santunan Rp 1 juta, roboh Rp 2 juta sedang yang sakit berobat gratis.

Hingga Minggu sekolah masih terendam. SMP Negeri 1 Kanor terendam sejak Jumat lalu ketinggian air masih mencapai 40 cm. Suryono guru Bahasa Inggris mengatakan buku-buku sudah dievakuasi sejak Jumat. Siswa diliburkan dan kegiatan belajar mengajar akan dimulai ketika air surut. Saat ini ruas jalan di Sumberwangi, Pilang, Semembung, Kanor, Piyak, masih terendam air.

posted by Zan's at 23.29 0 comments

INFO POLITIK

Masyarakat Belum Terbiasa Mencontreng

Dua spanduk sosialisasi pemilihan umum terpasang di pagar Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Kamis (8/1). Perubahan cara pemungutan suara dari mencoblos menjadi mencontreng pada pemilu kali ini mengharuskan KPU untuk lebih aktif dalam menyosialisasikan cara memilih, tidak hanya di Kantor KPU.


Minggu, 1 Maret 2009 | 19:18 WIB
Laporan wartawan Ingki Rinaldi

JOMBANG, MINGGU - Tatacara pencontrengan atau pencawangan yang mesti dilakukan oleh para pemilih ketimbang metode pencoblosan seperti pemilihan umum sebelumnya, belum jadi hal yang akrab bagi sebagian besar masyarakat Jombang.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi tatacara pencontrengan atau pencawangan dalam pemilu legislatif mendatang di Alun-alun Kabupaten Jombang yang diikuti sekitar 1.000 orang, Minggu (1/3).

Ketua Kelompok Kerja Sosialisasi dan Kampanye KPU Jombang Machwal Huda menyebutkan bahwa sebagian besar masyarakat memang belum terbiasa dengan mekanisme baru itu.

"Memang hal itu kami pahami, namun kami tidak ada pilihan lain selain melaksanakan apa yang ada dalam undang-undang," ujarnya soal Undang-undang No. 10 Tahun 2008 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD.

posted by Zan's at 23.25 0 comments

BANJIR KELUD


Selasa, 24 Februari 2009 | 21:35 WIB

MALANG, SELASA — Warga Desa Pandansari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (24/2), memanfaatkan sisa banjir bandang lahar dingin Gunung Kelud yang membawa gelondongan kayu. Banjir mengakibatkan jalur jalan lima dusun terputus, selain tiga dusun di desa tetangga juga terisolasi.

posted by Zan's at 23.18 0 comments

PONARI

Ponari bercanda bersama seorang polisi.

25/02/2009 18:02 - Pengobatan
Ponari Ingin Hidup Normal Lagi

Liputan6.com, Jombang: Keluarga dukun cilik Ponari mendatangi Markas Kepolisian Resor Jombang, Rabu (25/2). Ponari mendekap manja polisi saat tiba di Mapolres Jombang. Ponari dan keluarga datang untuk meminta perlindungan lantaran akan menutup praktik untuk selamanya. Lima ribu warga yang sudah telanjur membeli kupon akan tetap dilayani Ponari untuk terakhir kalinya.

Terkait dengan itu, anggota Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Jombang segera menggelar rapat. Usai pertemuan Ponari tak bicara. Ia hanya melempar senyum dan asyik memegang telepon genggam barunya. "Ponari ingin hidup normal seperti sediakala," kata Kapolres Jombang Ajun Komisaris Besar Polisi Tomsi Tohir.

Beberapa pekan terakhir rutinitas Ponari adalah mencelupkan batu ke dalam air yang akan diminumkan kepada warga yang berobat. Karena kelelahan Ponari mengobati sambil berbaring. Setiap hari ribuan orang dari berbagai penjuru datang mengantre berharap mukjizat [baca: Fenomena Dukun Cilik Ponari].(IAN/Bambang Rongg
posted by Zan's at 23.16 0 comments

Waspadai Wisata Gunung Kelud

Waspadai Wisata Gunung Kelud
Aktivitas Gunung Kelud yang berada di perbatasan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dapat dipantau melalui warna danah kawah (kaldera). Pada saat normal air danau berwarna hijau. Sementara, jika air danau berwarna hijau keputih-putihan tandanya ada aktivitas pelepasan gas dari bawah kawah.


Minggu, 1 Maret 2009 | 17:52 WIb

KEDIRI, MINGGU — Wisatawan lokal maupun mancanegara yang hendak berwisata ke Gunung Api Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, diimbau untuk waspada. Selain cuaca buruk, jalan menuju lokasi wisata juga rusak akibat longsor.

Hingga Minggu (1/3), kawasan wisata Gunung Kelud belum bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat. Hanya pengunjung yang membawa kendaraan roda dua atau berjalan kaki yang mampu mencapai puncak. Itu pun mereka harus berhati-hati karena rawan longsor susulan.

Sedikitnya ada lima lokasi longsor di sepanjang jalur menuju Kubah Lava Gunung Kelud. Titik-titik longsor itu berada setelah pos pembayaran retribusi masuk ke kawasan wisata, tepatnya antara Perusahaan Perkebunan Daerah Margomulyo dengan lokasi parkir wisatawan.

Titik longsor terparah berada di jalan beraspal tepat sebelum jembatan gladak atau jembatan terakhir menuju ke Kubah Lava. Ruas jalan selebar sekitar enam meter itu ambrol hingga tinggal satu meter. Panjang longsor mencapai 30 meter, sedangkan tinggi longsor mencapai 50 meter.

Penanggung jawab kawasan wisata Gunung Kelud telah memasang tumpukan sak berisi pasir di pinggir jalan yang longsor. Petugas juga membuat pagar dari bambu di sepanjang jalan yang longsor sebagai tanda bahaya bagi pengunjung yang melintas.

Selain itu, longsor juga terjadi di mistery road kawasan gunung api yang terakhir mengeluarkan material letusan pada akhir tahun 2007. Tebing setinggi sekitar satu meter di pinggir jalan longsor sehingga menutup sebagian badan jalan.

Di dekat pos penarikan tiket, setelah kantor Perusahaan Daerah Perkebunan Margomulyo, terlihat aspal jalan amblas sehingga mengakibatkan jalan sulit dilalui. Pengguna roda dua harus ekstra hati-hati saat melintas.

Sejumlah pemilik warung di kawasan wisata mengatakan, longsor telah terjadi sejak Senin (23/2) hingga Minggu dini hari. Selain terjadi di sepanjang jalan menuju puncak, longsor juga terjadi di lereng-lereng Gunung Kelud.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri yang dikonfirmasi melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Kediri Eko Setiyono mengatakan, kawasan wisata Gunung Kelud tetap dinyatakan terbuka untuk umum.

"Kami sudah meminggirkan longsoran di jalan menuju Gunung Kelud sehingga wisatawan tidak ada masalah ke atas pakai kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat harus berhenti di pintu masuk, kemudian naik ojek menuju puncak," katanya.

Sutari (37), salah satu petugas bagian jaga loket di Gunung Kelud, mengatakan, kunjungan wisatawan sepi sejak hujan sering mengguyur Kediri. Pada akhir pekan, biasanya ada 3.000-5.000 wisatawan ke Gunung Kelud, kemarin hanya puluhan orang yang datang.

Sementara itu, Koordinator Anggota Relawan Kelud Joni Arifin mengatakan, longsor juga ditemukan di Gunung Gong dan Gunung Kikik di Kecamatan Puncu, yang merupakan kawasan lereng Gunung Kelud.

"Sedikitnya ada tujuh titik longsor di Gunung Gong dan Gunung Kikik. Namun, karena lokasinya yang sulit dijangkau, kami belum bisa memastikan titik mana saja. Akibat longsor itu, ribuan pohon di lereng Gunung Kelud tumbang bersama material tanah dan batu-batu besar," katanya.

posted by Zan's at 23.11 1 comments

LIPUTAN TERKINI

Waspadai Konflik dan Politik Uang Saat Kampanye Terbuka!
Pada hari pertama kampanye Pemilu 2009, sesuai dengan penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa kampanye selain rapat umum dimulai 12 Juli 2008 sampai 5 April 2009, ratusan bendera dari berbagai partai politik mulai memenuhi sisi jalan flyover di Salemba, Jakarta, Minggu (13/7). Meskipun KPU sudah menetapkan nomor urut untuk Pemilu 2009, tidak semua partai politik mencantumkannya pada bendera yang terpasang.
Senin, 2 Maret 2009 | 13:15 WIB
Laporan wartawan Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, SENIN — Masa kampanye terbuka yang akan dimulai pada 16 Maret dinilai akan rawan konflik dan permainan politik uang. Sinyalemen itu diungkapkan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Daniel Zuchron, Senin (2/3) di Jakarta. Daniel mengatakan, potensi konflik sangat besar karena banyaknya partai yang berlaga.

"Potensi konflik saat kampanye terbuka sangat besar karena banyak partai yang bermain. Persaingan tidak hanya antarpartai, tapi juga antarcalon. Kalau tidak didukung dengan pengawalan secara ketat, akan membingungkan pemilih," ujar Daniel kepada wartawan.

Ia juga mengatakan, kampanye terbuka oleh partai ataupun caleg diharapkan tidak hanya berisi pesan untuk memilih yang bersangkutan. "Secara masif, kampanye terbuka harus didorong untuk membantu sosialisasi mengenai penandaan karena hingga saat ini pemilih masih bingung," kata Daniel.

JPPR juga memprediksi, akan banyak terjadi praktik politik uang pada masa kampanye terbuka. Mekanisme penentuan calon terpilih melalui suara terbanyak menciptakan kompetisi yang lebih tinggi. Modus yang dijalankan, di antaranya pembagian sembako, uang, sayembara berhadiah, ataupun pembagian kupon berhadiah yang diundi saat kampanye.

posted by Zan's at 23.05 1 comments

7 Keajaiban Dunia Yang Baru Dari Atas Langit


Melihat 7 Keajaiban Dunia Yang Baru Dari Atas Langit

Pada tanggal 07-07-2007 lalu, The New Open World Corporation mengumumkan 7 keajaiban dunia yang baru (New Seven Wonders of the World) berdasarkan perolehan hasil voting. Berbagai kontroversi pun muncul berkaitan dengan terpilihnya 7 keajaiban dunia yang baru.

Saya ikut terlibat dalam voting tersebut, dan merasa senang karena pilihan saya masuk dalam 7 keajaiban dunia yang baru. Padahal saya sendiri belum pernah mengunjungi tempat-tempat tersebut. Mungkin hanya sebuah impian jika saya dapat mengunjungi dan melakukan perjalanan nyata ke sana.

Perjalanan virtual pun saya lakukan dengan memanfaatkan teknologi Google Earth. Apalagi kini, GE sudah dilengkapi dengan fasilitas Panoramio yang memungkinkan kita untuk melihat photo suatu tempat dari berbagai sudut pandang yang dikirimkan oleh banyak kontributor.

posted by Zan's at 22.53 2 comments

posted by Zan's at 22.14 0 comments